KEPULAUAN ARU

KPU Aru Luncurkan Podcast Perdana, Kupas Cerita Perjuangan Menyisir Pulau Terluar

×

KPU Aru Luncurkan Podcast Perdana, Kupas Cerita Perjuangan Menyisir Pulau Terluar

Sebarkan artikel ini
Podcast KPU Kepulauan Aru Perdana. (FOTO: Dok)
ARAFURAsiber.com, DOBO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Aru resmi meluncurkan program podcast perdana bertajuk “Suara Kami, Cerita Kami” pada Senin, 21 September 2026 pukul 11.00 WIT. Dengan mengusung sub-tema “KPU Aru Telusuri Pulau-Pulau di Jargaria”, host Ochy Atdjas memandu jalannya diskusi dengan menghadirkan dua narasumber utama: Ketua KPU Kepulauan Aru, Halati Mangar, serta Koordinator Divisi Data dan Perencanaan KPU Kepulauan Aru, Baco Djabumir.
Filosofi di Balik Tema “Suara Kami”
Pada sesi awal, Ketua KPU Kepulauan Aru Halati Mangar membedah esensi dan filosofi mendalam di balik pemilihan tema podcast tersebut. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa frasa “Suara Kami” dan “Cerita Kami” bukan sekadar slogan, melainkan sebuah representasi nyata dari hak kekuasaan rakyat dan perjuangan mengawal demokrasi.
“Frasa ‘Suara Kami’ menggambarkan hak konstitusional milik setiap warga negara untuk berpartisipasi aktif dalam pemilu maupun pemilihan. Setiap suara masyarakat memiliki nilai yang sama dan memikul tujuan besar, yaitu menentukan arah pembangunan bangsa dan daerah ini ke depan,” ungkap Halati.
Mengawal Demokrasi di 117 Desa Terluar
Di samping itu, untuk makna dari frasa ‘Cerita Kami’, Halati menjelaskan bahwa kalimat tersebut mencerminkan komitmen penuh KPU Kepulauan Aru sebagai penyelenggara pemilu untuk selalu hadir, mendengar, dan melayani masyarakat. Melalui podcast ini, jajaran komisioner ingin membagikan berbagai pengalaman nyata mereka saat mengawal setiap tahapan demokrasi di wilayah kepulauan.
“Kabupaten Kepulauan Aru memiliki kurang lebih 117 desa yang tersebar di berbagai pulau. Tim kami di lapangan harus menerjang tantangan geografis yang luar biasa untuk menuju ke sana. Melalui sub-tema ‘KPU Aru Telusuri Pulau-Pulau’, kami ingin meyakinkan masyarakat bahwa demi menyukseskan tahapan pemilu, seluruh jajaran KPU siap menghadapi tantangan alam tersebut. Ini adalah cerita perjuangan kami,” tegas Halati.
Lonjakan Signifikan Pemutakhiran Data Pemilih
Sementara itu, guna melanjutkan cerita perjuangan di lapangan, Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan  Pemilih dan SDM KPU Kepulauan Aru Baco Djabumir membeberkan perkembangan signifikan terkait Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) di Bumi Jargaria.
Grafik Kenaikan Data Pemilih Berkelanjutan
Berdasarkan hasil pemutakhiran terbaru, grafik jumlah pemilih di Kabupaten Kepulauan Aru ternyata mengalami kenaikan yang cukup tajam.
“Data Pemilih Tetap (DPT) kita pada Pemilu 2024 kemarin berada di angka 71.660 pemilih. Namun, hasil pemutakhiran data pemilih berkelanjutan yang kami rampungkan hari ini melonjak hingga mencapai 76.201 pemilih. Artinya, ada peningkatan data pemilih yang sangat bersih,” jelas Baco.
Sinergi Lintas Sektoral Demi Akurasi Data
Terlepas dari pencapaian tersebut, Baco memaparkan bahwa KPU tidak bekerja sendiri untuk menjaga keakuratan data di tengah rumitnya tantangan geografis. Oleh karena itu, pihaknya aktif membangun sinergi kuat dan melakukan sinkronisasi data dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder).
Sebagai wujud nyata, KPU merangkul Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), TNI, Polri, hingga Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Kolaborasi ini bertujuan untuk memantau dinamika perubahan status warga negara secara cepat dan tepat.
Mengantisipasi Perubahan Status Warga Negara
“Sebagai contoh, animo pemuda di Kepulauan Aru untuk mengikuti seleksi TNI dan Polri sangat tinggi. Begitu mereka aktif menjadi anggota TNI/Polri, kami langsung menghapus statusnya dari daftar pemilih. Di sisi lain, kami langsung mendata para purnawirawan atau mantan anggota TNI/Polri yang telah pensiun sebagai potensi pemilih baru untuk Pemilu 2029 mendatang,” urainya.
Imbauan Rekaman E-KTP Bagi Pemilih Muda
Mengingat sembilan kecamatan terluar memiliki letak desa yang sangat jauh dari ibu kota kabupaten, KPU mengimbau masyarakat, khususnya kelompok pemilih pemula, untuk bergerak proaktif memastikan hak pilihnya.
“Basis utama pemutakhiran data ini berakar kuat pada data kependudukan milik Dukcapil. Oleh sebab itu, kami mengajak para pemilih muda yang belum terdaftar untuk segera melakukan perekaman E-KTP di kantor Dukcapil. Syarat mutlak menjadi seorang pemilih adalah terdaftar sebagai penduduk terlebih dahulu. Melalui status penduduk resmi itulah, warga baru bisa menggunakan hak pilihnya,” pungkas Baco.
Optimisme Menembus Keterbatasan Geografis
Pada akhirnya, lewat inovasi program podcast ini, KPU Kepulauan Aru optimis dapat meruntuhkan keterbatasan geografis. Dengan demikian, arus informasi dan transparansi tahapan pemilu diharapkan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke pulau-pulau terluar. (*)
Oleh : Tim ARAFURAsiber.com
Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *