KEPULAUAN ARU

Dampak Kemarau Panjang, Warga Aru Krisis Air Bersih

×

Dampak Kemarau Panjang, Warga Aru Krisis Air Bersih

Sebarkan artikel ini
Warga Wakua, Kecamatan Aru Tengah kesulitan Air Bersih. Mereka terpaksa menggunakan sampan mencari air di Kepala Sungai

ARAFURAsiber.com, DOBO— Musim kemarau berkepanjangan tahun ini membawa dampak buruk bagi masyarakat di Kabupaten Kepulauan Aru. Selain di Kota Dobo, warga di daerah pesisir juga mengalami krisis yang sama.

Salah seorang warga Desa Wakua, Kecamatan Aru Tengah, Dhessy Djelau, mengeluhkan masalah kelangkaan air bersih tersebut melalui akun media sosialnya. “Beginilah katong (kita) di kampung, kalau musim kemarau semua timba air di Bandami,” ujarnya di Facebook.

Bandami merupakan salah satu lokasi di wilayah tersebut yang memiliki sumber mata air. Namun, letaknya cukup jauh dari permukiman Desa Wakua, sehingga warga harus menggunakan perahu sampan untuk menjangkaunya.

Krisis air bersih ini tidak hanya melanda warga Desa Wakua. Warga di wilayah lain, seperti Desa Benjuring, Kecamatan Batuley, juga menghadapi kesulitan yang sama akibat kemarau panjang.

Selama bantuan belum merata, warga desa pesisir terpaksa harus terus bergantung pada sumber air alternatif yang jauh. Mengayuh sampan di tengah cuaca terik kini menjadi rutinitas harian yang tak terhindarkan demi memenuhi kebutuhan dasar hidup mereka. (*)

Editor : Redaksi

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *