ARAFURAsiber.com, DOBO – Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Kabupaten Kepulauan Aru, Jordan Samloy, menyatakan bahwa saat ini telah tersedia 100 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut. SPPG merupakan unit dapur sentral bentukan pemerintah melalui BGN yang bertugas memproduksi dan mendistribusikan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para penerima manfaat.
Namun, dari total 100 unit yang direncanakan, baru 2 SPPG yang resmi beroperasi di Kota Dobo. Keduanya adalah SPPG 001 Durjela dan SPPG 002 Durjela yang terletak di Kecamatan Pulau-Pulau Aru.
“Setelah kami melakukan peninjauan dan verifikasi, unit yang sudah layak beroperasi adalah SPPG 001 dan SPPG 002 di Desa Durjela. Sementara itu, unit lainnya masih dalam tahap penyiapan pembebasan lahan dan bangunan. Tentu seluruh proses ini akan kami laksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Samloy.
Ia menambahkan, wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) juga menjadi fokus utama dalam program ini. Meski begitu, implementasinya harus tetap disesuaikan dengan regulasi yang ada demi mencegah timbulnya masalah di kemudian hari.
Saat ini, SPPG 001 melayani 2.913 penerima manfaat, sedangkan SPPG 002 melayani 1.305 penerima manfaat. Kelompok sasaran tersebut mencakup para siswa PAUD, TK, SD, SLB, SMP, SMA, dan SMK di wilayah Kota Dobo.
“Selain sekolah, kami juga melayani Posyandu. Di sana terdapat ibu hamil dan ibu menyusui yang merupakan kelompok prioritas untuk mendapatkan layanan makan bergizi,” jelasnya.
Samloy juga mengungkapkan bahwa berdasarkan data yang ada, masih terdapat sekitar 17 ribu calon penerima manfaat di Kota Dobo yang belum tercover oleh program MBG. Hal ini terjadi karena kapasitas bangunan SPPG yang ada di Kota Dobo saat ini masih perlu diperluas lagi agar bisa memproduksi makanan dalam jumlah yang lebih besar. (*)
Editor : Redaksi









