ARAFURAsiber.com, DOBO – Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, mengakui bahwa peran dan kontribusi para pengasuh dalam pembentukan karakter serta dasar-dasar iman anak-anak di Sekolah Minggu Gereja Protestan Maluku (GPM) sangat besar. Hal ini ditegaskan Bupati dalam acara Temu Raya Pengasuh Klasis GPM Pulau-Pulau Aru di Gereja Solagracia Dobo, Minggu (23/8). Kegiatan strategis ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kepulauan Aru Adolof Pokar, Ketua DPRD Kepulauan Aru Feny Loy, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
“Kita patut bersyukur, termasuk saya pribadi, karena saya pernah diasuh, dibimbing, dan diajarkan tentang dasar-dasar iman gereja melalui SMTPI (Sekolah Minggu Tunas Pekerti Jemaat). Artinya, saya bisa menjadi pribadi yang beriman dan dapat melaksanakan tugas sebagai Bupati saat ini karena para pengasuh telah membentuk karakter dan perilaku iman saya sejak dini,” ungkap Bupati di hadapan para peserta temu raya.
Karena itu, lanjut Bupati, semua pihak patut berterima kasih kepada bapak dan ibu pengasuh yang telah tulus menjalankan tugas membentuk iman serta moralitas anak-anak. Mereka adalah generasi emas gereja yang juga merupakan generasi emas bagi daerah dan bangsa ini.
Bupati juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran GPM Klasis Pulau-Pulau Aru. Kegiatan dan program strategis ini dinilai sebagai bentuk komitmen nyata dalam membangun karakter anak melalui penguatan pondasi etika, budi pekerti, dan nilai kasih, yang melengkapi sistem pengajaran formal di sekolah.
“Selain itu, pengasuh adalah mitra moral negara. Pembinaan anak di gereja merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pembangunan sumber daya manusia bangsa yang berintegritas, karena para pengasuh sejatinya melakukan pendidikan seumur hidup,” ujar Bupati. (*)
Editor : Redaksi









