KEPULAUAN ARUMALUKU

Atasi Krisis Air Bersih, PDAM Gwar Wamar Dobo Tempatkan Tandon di Pemukiman Warga

×

Atasi Krisis Air Bersih, PDAM Gwar Wamar Dobo Tempatkan Tandon di Pemukiman Warga

Sebarkan artikel ini
Direktur PDAM Gwar Gwamar Kepulauan Aru, Abraham Mangar.

ARAFURAsiber.com, DOBO – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Gwar Wamar Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, terus melakukan berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat selama musim kemarau tahun ini. Salah satu langkah cepat yang diambil adalah dengan menempatkan tandon-tandon air di pemukiman warga yang mengalami krisis pasokan air bersih.

Langkah darurat ini terpaksa dilakukan lantaran kemarau panjang memicu penurunan drastis debit air pada sumur-sumur utama yang menjadi sumber pasokan PDAM. Imbasnya, sebagian besar pelanggan tidak mendapatkan suplai air bersih secara optimal. Kehadiran tandon air di sejumlah titik strategis ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka pendek untuk menjawab kebutuhan harian warga.

Direktur PDAM Gwar Wamar Dobo, Abraham Mangar, menjelaskan bahwa penempatan tandon air ini didasarkan pada hasil pemetaan langsung di lapangan. Tim teknis PDAM sebelumnya telah melakukan survei menyeluruh untuk mengidentifikasi wilayah pelanggan yang paling terdampak oleh fenomena iklim El Nino.

Untuk tahap awal, profil tank atau tandon air darurat ini disiapkan pada beberapa titik krusial di Wilayah Kota Dobo, Sipur Pantai, Tanjung, hingga Dusun Marbali. Tidak hanya itu, PDAM juga menyiagakan armada mobil pickup yang selalu stand by untuk bergerak dinamis (mobile) menyalurkan air bersih ke titik-titik yang membutuhkan penanganan cepat.

“Langkah pertama kami adalah menugaskan rekan-rekan bagian teknik untuk mensurvei wilayah pelanggan yang sama sekali tidak tersalurkan air minum akibat dampak badai El Nino. Di titik-titik itulah kami tempatkan profil tank atau tandon air, agar masyarakat tetap bisa mengakses air bersih. Kami juga siapkan mobil pickup yang selalu stand by untuk menyuplai secara mobile,” ujar Abraham.

Kendala Pompa Rusak dan Optimalisasi Sumur Telantar

Di samping menyusutnya sumber air, PDAM Gwar Wamar Dobo juga dihadapkan pada kendala infrastruktur yang cukup berat. Dari total 43 pompa air yang dimiliki, sebagian besar saat ini dalam kondisi rusak parah dan tidak dapat dioperasikan. Akibatnya, ada sekitar 7 hingga 8 sumur produksi yang terpaksa menganggur.

Menyikapi masalah tersebut, Abraham menegaskan pihak manajemen tidak tinggal diam. Upaya peremajaan mesin pompa sedang berjalan melalui koordinasi dengan pihak ketiga agar sumur-sumur yang telantar bisa segera difungsikan kembali.

“Beberapa pompa kami memang sedang rusak, dan kami sudah berkoordinasi dengan pihak ketiga. Dalam waktu dekat, pompa baru akan tiba. Kami memiliki sekitar 7 atau 8 sumur yang menganggur karena pompanya rusak. Jika pompa ini sudah siap, akan langsung diperbantukan untuk menyuplai air ke wilayah yang pasokannya macet total atau yang jumlahnya sangat terbatas,” tambahnya.

Melalui kombinasi solusi darurat, mulai dari penyediaan tandon di Kota Dobo hingga Dusun Marbali, operasional pick-up keliling, serta perbaikan pompa sumur, pihak PDAM berharap keluhan masyarakat terkait krisis air bersih dapat segera teratasi secara bertahap. (*)

 

Oleh     : Agus Labetubun

Editor  : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *