ARAFURAsiber.com, DOBO – Program reboisasi di Desa Tungu, Kabupaten Kepulauan Aru, terus dilakukan sebagai upaya memulihkan lahan sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan.
Program tersebut dilaksanakan Lembaga Rettet den Regenwald bersama Kelompok Pemerhati Lingkungan Hidup Urai Uni sejak 2024 hingga 2026. Kegiatan penghijauan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Tungu, Menase Mukudjey, dengan memanfaatkan lahan milik masyarakat yang sebelumnya berupa lahan tidur dan kawasan ilalang.
Pemerhati lingkungan Kabupaten Kepulauan Aru, Simon Kamsy, dalam keterangan tertulis kepada media ini, Selasa (30/6/2026), mengatakan program tersebut menanam berbagai jenis tanaman kehutanan dan tanaman produktif.
“Selama periode 2025–2026, tim berhasil menanam 1.012 pohon linggua, 200 pohon kayu besi Maluku, 400 pohon kelapa, 118 pohon mangga dan rambutan, serta 350 pohon pisang sebagai tanaman penyangga ketahanan pangan masyarakat,” kata Simon.

Menurutnya, program reboisasi tersebut memiliki tiga tujuan utama, yakni mengembalikan fungsi hutan dan lahan yang rusak, meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan, serta menjaga fungsi resapan air demi keberlanjutan sumber daya alam.
Namun, pelaksanaan reboisasi menghadapi sejumlah kendala. Cuaca yang tidak menentu menjadi salah satu tantangan utama. Selain itu, kawasan ilalang juga rentan terbakar saat musim kemarau.
“Sebagian tanaman yang ditanam di area terbuka mengalami pertumbuhan kurang optimal karena terpapar sinar matahari secara langsung,” ujarnya.
Sebaliknya, tanaman yang ditanam di bekas kebun atau lahan yang masih memiliki vegetasi dapat tumbuh lebih subur dan berkembang dengan baik.
Rettet den Regenwald bersama Kelompok Pemerhati Lingkungan Hidup Urai Uni berharap program tersebut dapat menjadi contoh pelestarian hutan berbasis masyarakat di Kepulauan Aru.
Di tengah berkurangnya tutupan hutan, keterlibatan masyarakat sebagai pemilik lahan dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan kawasan yang telah direhabilitasi. Dalam jangka panjang, kawasan tersebut diharapkan berkembang menjadi hutan rakyat yang memberikan manfaat ekologis, ekonomi, dan sosial bagi masyarakat serta generasi mendatang.
Simon mengajak masyarakat Desa Tungu untuk bersama-sama merawat dan menjaga tanaman yang telah ditanam agar upaya pemulihan lingkungan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi desa dan Kabupaten Kepulauan Aru secara keseluruhan. (*)
Oleh : Yohel
Editor : Redaksi









