ARAFURAsiber.com, DOBO – Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Aru memperkuat langkah pemberantasan peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang di wilayah hukumnya. Upaya tersebut dilakukan menyusul maraknya peredaran pil Tramadol dan pil “King” yang mulai menyasar masyarakat, terutama kalangan usia sekolah di Kota Dobo.
Kapolres Kepulauan Aru, AKBP Albert Perwira Sihite, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan hal itu kepada media, Jumat (2/10).
Menurut Kapolres, pelaku diduga memasok obat-obatan terlarang tersebut melalui jalur laut. Mereka memanfaatkan kapal penumpang yang keluar-masuk Pelabuhan Dobo untuk membawa pasokan. Selain itu, pelaku juga memanfaatkan jasa pengiriman paket secara daring (online).
“Kami melihat anak-anak usia sekolah menjadi salah satu sasaran peredaran pil ini. Karena itu, kami meminta para orang tua memperketat pengawasan dan mengontrol aktivitas anak-anak mereka,” ujar Albert.
Sebagai langkah pencegahan, Polres Kepulauan Aru kemudian menginisiasi program “Polisi Mengajar”. Program ini menyasar sekolah-sekolah sebagai bagian dari upaya kepolisian memberikan edukasi sejak dini kepada generasi muda.
Melalui program tersebut, personel kepolisian turun langsung ke sekolah untuk memberikan penyuluhan mengenai bahaya minuman keras, narkoba, serta penyalahgunaan obat-obatan seperti Tramadol dan pil “King”. Pihak sekolah memberikan ruang dan waktu agar kegiatan edukasi dapat berlangsung secara berkala.
“Kami menyiapkan para penyuluh yang terdiri dari perwira, baik di tingkat Polres maupun Polsek, untuk memberikan edukasi langsung kepada para siswa,” jelas Albert.
Tidak berhenti di sekolah, Polres Kepulauan Aru juga akan memperluas kegiatan penyuluhan ke lingkungan masyarakat. Kepolisian menargetkan tingkat Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT) di Kota Dobo dan wilayah sekitarnya.
Dengan langkah tersebut, kepolisian ingin membangun keterlibatan bersama antara aparat, sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam mencegah peredaran serta penyalahgunaan obat-obatan terlarang.
Di sisi lain, masyarakat memberikan apresiasi terhadap langkah proaktif kepolisian. Warga Kabupaten Kepulauan Aru, Edoardus Mangol, menilai keterlibatan langsung polisi di sekolah penting untuk melindungi generasi muda.
“Kami sangat mengapresiasi tujuan dan niat baik Pak Kapolres Kepulauan Aru yang telah menerjunkan anggotanya ke setiap SMA di Kota Dobo. Langkah ini penting untuk memberikan pencerahan kepada anak-anak kami tentang bahaya nyata narkoba,” tutur Mangol.
Dengan sinergi antara kepolisian, sekolah, keluarga, dan masyarakat, upaya pencegahan diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan menjangkau lingkungan yang lebih luas. (*)
Oleh : Agus Labetubun
Editor : Redaksi









