KEPULAUAN ARUSIRI-PINANG

Kekayaan Alam Melimpah, Warga Warjukur Aru Tengah Timur Panen Mutiara Hasil Selam Tradisional

×

Kekayaan Alam Melimpah, Warga Warjukur Aru Tengah Timur Panen Mutiara Hasil Selam Tradisional

Sebarkan artikel ini
BERKAH LAUT ARAFURA: Pesona mutiara alam Kepulauan Aru yang didapat melalui metode selam tradisional. Kearifan lokal masyarakat dalam menjaga laut tanpa alat modern ini menjadi kunci melimpahnya hasil alam di Desa Warjukur, Kecamatan Aru Tengah Timur. (Foto: Istimewa)

ARAFURAsiber.com, DOBO – Dari bentangan laut yang luas, Kepulauan Aru terus membuktikan dirinya sebagai wilayah yang dianugerahi kekayaan alam melimpah. Mulai dari komoditas ikan, kepiting, udang, hingga siput mutiara, semuanya tersimpan di dasar laut Arafura, Bumi Jargaria.

Jejak kemasyhuran kekayaan laut Aru bahkan telah dikenal sejak zaman VOC. Pada masa kejayaan perdagangan masa lalu, para saudagar asing rela berlayar jauh ke Kepulauan Aru demi memburu mutiara alam dan burung cendrawasih.

Nilai sejarah dan kekayaan alam ikonik inilah yang kemudian mendorong Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru menetapkan simbol daerah dengan jargon “Mutiara Indah, Cendrawasih Lestari.”

MERAWAT TRADISI: Masyarakat Desa Wardjukur, Kepulauan Aru masih mempertahankan cara menyelam secara tradisional saat mencari mutiara di dasar Laut Arafura. / FOTO : Welmina Warkor

Jaga Kelestarian, Selam Tradisional Tetap Dipertahankan

Hingga saat ini, di samping adanya sektor budidaya modern, masyarakat lokal di Kepulauan Aru masih konsisten mempertahankan tradisi menyelam mutiara secara tradisional di dasar laut.

Langkah mempertahankan metode tradisional ini bukan tanpa alasan. Warga setempat sadar bahwa dengan menyelam tanpa alat eksploitasi berlebihan, ekosistem laut tetap terjaga dan mutiara Aru terhindar dari ancaman kepunahan.

Kearifan lokal dalam menjaga alam ini kembali membuahkan hasil manis beberapa pekan lalu. Masyarakat Desa Warjukur, Kecamatan Aru Tengah Timur, yang pergi menyelam di perairan desa mereka, berhasil membawa pulang komoditas mutiara alam dalam jumlah yang cukup banyak.

“Inilah hasil laut dari Desa Warjukur, Kecamatan Aru Tengah Timur, Kepulauan Aru. Sederhana, alami, tetapi penuh berkah,” ungkap Welmina Warkor, salah satu warga desa yang menyaksikan langsung kegembiraan para penyelam tradisional saat mendaratkan hasil tangkapan mereka.

Bagi masyarakat lokal, laut adalah urat nadi perekonomian sekaligus warisan leluhur yang harus dihormati. Welmina pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berkomitmen menjaga kelestarian laut Aru dari kerusakan.

“Mari jaga laut, karena laut adalah sumber kehidupan dan masa depan kita,” pungkas Welmina mengingatkan. (*)

 

Oleh    : Yohel

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *