KEPULAUAN ARU

Menanti Terang Energi Bersih di Lima Desa Kepulauan Aru Melalui PLTS Terpadu

×

Menanti Terang Energi Bersih di Lima Desa Kepulauan Aru Melalui PLTS Terpadu

Sebarkan artikel ini

ARAFURAsiber.com, DOBO — Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpadu Wilayah 4 Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Kepulauan Aru terus berjalan. Namun, memasuki Minggu ke-10 (periode 14–20 September 2026), realisasi progres pekerjaan secara keseluruhan tercatat belum mencapai target yang ditentukan.

Berdasarkan laporan progres yang dirilis Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kepulauan Aru tertanggal 22 September 2026, realisasi total baru menyentuh angka 31,85 persen dari target rencana yang seharusnya sebesar 37,71 persen.

Proyek strategis ini dikerjakan oleh Kerja Sama Operasi (KSO) PT Gerbang Multindo Nusantara – PT Graha Fatta. Setelah rampung nanti, infrastruktur energi bersih ini diproyeksikan dapat menerangi ribuan rumah tangga di lima desa memanfaatkan sumber energi terbarukan yang berkelanjutan.

Perbandingan Rencana vs Realisasi Capaian

Secara keseluruhan, proyek ini mengalami deviasi minus sebesar 5,85 persen. Diskominfo Kepulauan Aru menyebutkan bahwa progres di Desa Warialau dan Desa Jambu Air relatif berjalan sesuai jadwal. Namun, pekerjaan di Desa Warabal, Desa Lola, dan Desa Karawai menjadi pemicu keterlambatan karena tertinggal cukup signifikan dari rencana semula.

Lokasi Pembangunan

Berikut adalah tabel rincian progres pembangunan PLTS Terpadu Wilayah 4 per Minggu ke-10:

Lokasi Desa Kapasitas (kWp) Target Rencana (%) Realisasi Capaian (%) Deviasi (%) Status Jadwal
Desa Warialau 161,7 37,88% 36,99% -0,89% Sesuai Jadwal
Desa Jambu Air 138,6 37,63% 36,69% -0,94% Sesuai Jadwal
Desa Warabal 138,6 38,08% 28,35% -9,73% Terlambat
Desa Lola 77,0 37,47% 26,40% -11,07% Terlambat
Desa Karawai 107,8 37,26% 26,86% -10,40% Terlambat
TOTAL PROYEK 523,7 37,71% 31,85% -5,85% Butuh Percepatan

Keterlambatan di tiga desa tersebut utamanya dipicu oleh kendala pada tahapan pekerjaan sipil power house serta hambatan dalam pengiriman material ke lokasi. Menanggapi situasi ini, pihak KSO pelaksana menegaskan komitmennya untuk melakukan percepatan pekerjaan pada minggu-minggu berikutnya guna mengejar ketertinggalan.

Capaian Pekerjaan dan Rencana Minggu Ke-11

Selama Minggu ke-10, sejumlah pekerjaan fisik telah berhasil dilaksanakan di lapangan. Di antaranya meliputi pembersihan dan perataan lokasi di Desa Warialau, serta pengecoran pondasi dan sloof power house di Desa Warialau, Warabal, Lola, dan Karawai.

Selain itu, pekerja di lapangan juga melakukan galian dan pembesian pondasi mounting modul panel surya (PV) di beberapa lokasi, persiapan penyediaan air bersih di Desa Warabal, serta mobilisasi material pendukung. Logistik yang telah dikirim mencakup panel PV, tiang Jaringan Tegangan Rendah (JTR), komponen penangkal petir, hingga perlengkapan Penerangan Jalan Umum (PJU).

Memasuki Minggu ke-11, rencana kerja akan difokuskan pada pemantapan galian pondasi modul PV, pengerjaan lanjutan sipil power house, serta pemeriksaan dan pengiriman modul PV. Pengiriman shelter power house khusus untuk Desa Lola dan Desa Karawai juga dijadwalkan berjalan, berbarengan dengan pemeriksaan sistem baterai serta elektrikal power house.

Komitmen Pemerintah Daerah

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kepulauan Aru menegaskan bahwa proyek PLTS Terpadu Wilayah 4 ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru dan Kementerian ESDM untuk memperluas akses listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT).

“Pembangunan PLTS Terpadu Wilayah 4 ini merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru bersama Kementerian ESDM untuk memperluas akses listrik dari energi baru terbarukan bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang selama ini belum terjangkau jaringan listrik PLN secara memadai,” ujarnya.

Pemerintah daerah berjanji akan mengawal ketat jalannya proyek fisik ini agar penyelesaiannya tidak berlarut-larut.

“Kami akan terus memantau perkembangan proyek ini agar dapat rampung sesuai target dan manfaatnya segera dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Di akhir keterangannya, Diskominfo Kabupaten Kepulauan Aru turut mengajak elemen masyarakat beserta media massa untuk aktif memantau dan mendukung kelancaran pembangunan infrastruktur energi ini demi peningkatan kesejahteraan masyarakat kepulauan. (*)

 

Oleh  : Santo Rumyaan

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *