ARAFURAsiber.com, DOBO – Umat Stasi Santo Yoseph Dobo bersukacita menyambut kehadiran imam baru mereka, Reverendus Pater (RP) Belly Yohakim Resubun, MSC. Sebagai bentuk penghormatan, umat menyambut sang imam secara adat dan mengaraknya dengan tarian penjemputan yang dibawakan oleh pemuda-pemudi Salarem di Stasi Santo Yoseph Dobo, Minggu (23/08).
Prosesi penjemputan berlangsung di depan bekas bangunan Gereja Katolik lama, tepatnya di kediaman Ibu Sopia Labok. Sesepuh adat Stasi Santo Yoseph, Bapak Timotius Labok, memimpin langsung ritual dan doa adat tersebut.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pengalungan syal (kain adat Aru) oleh Ketua Dewan Pastoral Stasi (DPS), Menase Boger. Setelah itu, Sekretaris DPS, Yos Labok, menyematkan mahkota berbahan daun tikar dan bulu ayam sebagai simbol penghargaan kepada sosok yang terpandang dan dihormati.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh umat atas penerimaan di stasi ini. Saya mohon doa dan dukungan dari seluruh umat untuk perjalanan panggilan imamat ini,” ujar Pastor Belly setelah memimpin Misa Syukur Pertama bersama umat di Stasi Santo Yoseph Dobo.

Pastor Belly mengungkapkan bahwa penjemputan adat seperti ini sudah dua kali ia alami di Dobo. “Yang pertama waktu saya datang sebagai diakon, dan sekarang sebagai imam. Terima kasih untuk semuanya,” ungkapnya.
Sebelum mengakhiri Misa Syukur Pertama tersebut, Pastor Belly memberikan berkat khusus bagi pemuda-pemudi Salarem yang bertindak sebagai tim penjemputan. Berkat khusus juga diberikan kepada segenap pengurus Dewan Pastoral Stasi (DPS) serta Dewan Keuangan Stasi (DKS) Santo Yoseph Dobo atas dedikasi dan kerja keras mereka.
Pastor Belly Resubun, MSC sendiri ditahbiskan oleh Uskup Diosis Amboina, Mgr. Seno Ngutra, bersama beberapa pastor lainnya di Gereja Stasi Bunda Hati Kudus Batlale, Pulau Buru, pada 18 Juli 2026. Pastor Belly Resubun, MSC ditahbiskan oleh Uskup Diosis Amboina, Mgr. Seno Ngutra, bersama beberapa pastor lainnya di Gereja Stasi Bunda Hati Kudus Batlale, Pulau Buru, pada 18 Juli 2026.
Untuk karya pastoral selanjutnya, Pastor Belly akan bertugas melayani umat di paroki wilayah Aru Utara dan sekitarnya. Dalam pelayanan imamatnya, ia mengusung moto tahbisan: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataan-Mu itu.” (*)
Editor : Redaksi









