KEPULAUAN ARUMALUKU

Bupati Aru Targetkan 26 Rumah Korban Konflik Rampung dan Siap Huni Oktober Ini

×

Bupati Aru Targetkan 26 Rumah Korban Konflik Rampung dan Siap Huni Oktober Ini

Sebarkan artikel ini
Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel

ARAFURAsiber.com, DOBO – Kabar gembira datang untuk warga Desa Longgar dan Desa Apara di Kecamatan Aru Tengah Selatan. Rumah-rumah warga yang sempat rusak dan terbakar akibat konflik sosial awal tahun lalu, dipastikan bakal segera selesai dibangun dalam waktu dekat dan siap untuk ditempati kembali.

Angin segar ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Kepulauan Aru, Muhlis Hamu, pada Selasa (1/9/2026). Langkah cepat ini menyusul kunjungan kerja Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, yang turun langsung ke lokasi didampingi Kapolres, Danlanal, serta Camat Aru Tengah Selatan.

“Target kami bulan Oktober nanti seluruh proses pembangunan sudah beres. Setelah itu, pemerintah daerah akan langsung menyerahkannya kepada warga yang terdampak,” ungkap Muhlis ramah.

Rombongan Bupati saat tiba di Dermaga Desa Apara, Kecamatan Aru Tengah Selatan . (FOTO : Istimewa)

Menurut Muhlis, Bupati datang ke kedua desa tersebut untuk menyapa warga sekaligus memastikan kelancaran proyek hunian ini. Hasil pantauan di lapangan menunjukkan respons yang sangat positif.

“Pak Bupati ingin melihat langsung kondisi masyarakat di sana. Allhamdulilah,  suasana sudah kembali hangat. Warga sudah beraktivitas normal dan saling bertegur sapa. Saat dicek, progres pembangunan rumah ternyata sudah menyentuh angka 70 persen. Makanya kami sangat optimis bulan Oktober besok semuanya sudah rampung,” tambahnya.

Berdasarkan data resmi Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kepulauan Aru, total ada 26 unit rumah warga yang ditangani akibat dampak konflik tersebut. Rinciannya, 25 unit dibangun total dari awal (bangun baru) dan 1 unit mendapatkan renovasi (rehab).

Menariknya, seluruh bangunan ini dikerjakan secara swakelola lewat kolaborasi apik bersama Polres Kepulauan Aru, dengan memanfaatkan dukungan dana dari Dana Alokasi Umum (DAU) Anggaran 2026.

Di sisi lain, Camat Aru Tengah Selatan, M. Jefri Ferneyanan, ikut menitipkan pesan menyentuh. Ia berharap para kepala desa di wilayahnya bisa saling bahu-bahu menjaga suasana agar tetap aman dan kondusif. Jefri menyadari bahwa pemulihan hubungan ini membutuhkan pendekatan yang hati-hati dan penuh empati.

“Saya sangat berharap, apa yang sudah berlalu biarlah berlalu. Kita semua ini bersaudara. Sekarang saatnya kita bangkit bersama, menenun kembali hubungan kekerabatan, dan menghidupkan lagi nilai-nilai adat yang sudah diwariskan oleh para leluhur kita,” tutur Jefri penuh harap.

Pemerintah Daerah bersama jajaran Forkopimda pun terus berkomitmen melakukan pendekatan persuasif demi menjembatani kesepakatan damai yang permanen antara Desa Longgar dan Desa Apara, agar ikatan persaudaraan mereka kembali erat seperti sedia kala. (*)

 

Editor  : Redaksi

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *