ARAFURAsiber.com, DOBO – Kepala Desa Maikor, Kecamatan Aru Selatan Utara, Marianus Selfara, membantah keras narasi di media sosial yang menyebut dirinya “kabur” ke Kota Dobo untuk menghindari pemeriksaan Inspektorat Daerah.
Sebelumnya, akun Facebook “Dutcite Jar” mengunggah tudingan viral tersebut di Grup Jargaria Jar Garia Land pada Rabu (16/9/2026). Akun itu mengeklaim Marianus menghindari audit terkait dugaan penyalahgunaan anggaran APBDes 2023–2025.
Alasan Keberangkatan ke Dobo
“Bahasa lari (kabur) ini keliru. Saya ke Dobo bukan untuk lari dari audit, tetapi untuk menyelesaikan urusan administratif dan anggaran desa,” tegas Marianus kepada awak media di Dobo, Kamis (17/9/2026).
Marianus menjelaskan bahwa ia baru meninggalkan desa setelah menuntaskan seluruh rangkaian kegiatan HUT RI di tingkat kecamatan. Ia sangat menyayangkan tindakan akun anonim tersebut karena berpotensi memicu konflik dan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Oleh karena itu, ia meminta warga Desa Maikor agar tetap tenang, menjaga tali silaturahmi, dan tidak mudah memercayai isu liar. Marianus juga menegaskan bahwa ia sangat kooperatif dan siap memberikan klarifikasi resmi kepada pihak berwenang.
“Kalau ada persoalan, sampaikan berdasarkan fakta melalui mekanisme resmi. Saya juga mempertimbangkan langkah hukum jika hal ini merugikan nama baik saya,” tambahnya.
Admin Grup Facebook Pastikan Informasi Hoaks
Merespons kegaduhan yang terjadi di platformnya, Admin Grup Jar Garia Land, Barlie Alatubir, langsung merilis klarifikasi resmi setelah melakukan penelusuran mendalam. Barlie memastikan bahwa informasi yang beredar luas itu adalah hoaks.
Menurut Barlie, beberapa oknum luar yang berdomisili di Maikor sengaja menggulirkan isu miring ini. Ia menduga gerakan tersebut bermotif politik pasca-kekalahan dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) lalu, serta adanya rumor politik masa depan.
“Oknum-oknum ini bekerja keras merusak citra Kades karena rasa sakit hati sejak kalah Pilkades awal periode belum hilang. Ditambah lagi, mereka mendengar informasi bahwa Kades saat ini akan bertarung di Pileg 2031. Mereka ingin menguasai Desa Maikor dengan cara menyingkirkan Kades yang merupakan anak kandung asli desa sendiri,” ungkap Barlie.
Buktikan dengan Datangi Kantor Inspektorat
Sebagai bukti konkret untuk mematahkan tuduhan tersebut, Kades Maikor langsung mendatangi Kantor Inspektorat di Dobo pada Jumat (18/9/2026) hari ini untuk menemui pihak berwenang.
Keberangkatan Kades dari desa menuju ibu kota kabupaten murni karena adanya keperluan dinas yang mendesak dan tidak dapat ia tunda. Langkah menghadiri panggilan hari ini sekaligus menjatuhkan spekulasi bahwa ia melarikan diri dari proses audit yang sedang berjalan. (*)
Oleh : Tim Arafurasiber.com
Editor : Redaksi









