ARAFURAsiber.com, YOGYAKARTA – Toleransi di ruang akademik tercermin nyata dalam penerimaan mahasiswa baru Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta tahun ajaran 2026. Salah satu mahasiswa baru yang menarik perhatian adalah Sebastiana Bwarleling, seorang biarawati Katolik asal Kepulauan Tanimbar, Maluku, yang resmi memilih program studi D3 Radiologi di kampus berlatar belakang persyarikatan Islam tersebut.
Kehadiran anggota Kongregasi Suster-Suster Dina Santo Yoseph (DSY) Manado ini menjadi bukti bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi sekat dalam menuntut ilmu. Suster Sebastiana mengaku merasa sangat diterima dengan hangat dan nyaman, meskipun berada di lingkungan yang mayoritasnya beragama Muslim.
“UNISA memegang prinsip-prinsip toleransi dan terbuka bagi siapa saja. Terlebih khusus bagi saya, seorang biarawati, juga diterima dengan baik di tempat ini,” ujar Suster Sebastiana.
Keputusan Suster Sebastiana untuk berkuliah di UNISA Yogyakarta didasarkan pada riset matang mengenai kelengkapan fasilitas penunjang pendidikan medis. Selain itu, langkah ini juga merupakan instruksi langsung dari pimpinan kongregasinya di Manado guna memenuhi kebutuhan tenaga medis internal kongregasi.
Sebelum memulai perkuliahan, Suster Sebastiana tercatat sudah menetap selama tiga bulan di Biara DSY Pringgolayan, Gejayan, Yogyakarta, untuk mempersiapkan segala kebutuhan masa studinya.
Sementara itu, kehadiran Suster Sebastiana juga merepresentasikan komitmen UNISA Yogyakarta dalam mengedepankan keberagaman pada data demografi penerimaan mahasiswa. Berdasarkan laporan dari Rektor UNISA Yogyakarta, Dr. Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat., institusi tersebut menerima 2.878 mahasiswa baru dari total 14.872 pendaftar pada tahun ajaran ini. (*)
Sumber : Tim Redaksi ARAFURAsiber.com
Editor : Redaksi









