KEPULAUAN ARUNASIONAL

Umat Katolik di Kepulauan Aru Doakan Korban Gempa NTT

×

Umat Katolik di Kepulauan Aru Doakan Korban Gempa NTT

Sebarkan artikel ini
Vikaris Paroki Maria de Fatima Dobo, Roland Ignasius Renwarin

ARAFURAsiber.com, DOBO – Umat Katolik di Wilayah Kevikepan Kepulauan Aru turut merasakan dukacita mendalam atas bencana alam yang menimpa Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akhir pekan lalu. Sebagai bentuk solidaritas sesama anak bangsa, umat Katolik di Kepulauan Aru ikut berempati atas musibah tersebut.

Vikaris Paroki Maria de Fatima Dobo, RD. Roland Ignatius Renwarin, yang memimpin Perayaan Ekaristi Peringatan Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga pada Minggu (16/08), mengajak umat untuk mengheningkan cipta seraya berdoa.

“Pada kesempatan ini, marilah kita hening sejenak seraya mendoakan saudara-saudara kita yang mengalami musibah bencana alam di Nusa Tenggara Timur. Semoga mereka diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” ujar Vikaris Paroki sebelum melanjutkan Doa Syukur Agung.

Setelah Komuni, dan sebelum menutup Perayaan Ekaristi dan memberikan berkat penutup, pastor yang sudah sepuluh tahun berkarya di Kepulauan Aru ini kembali meminta umat untuk mendaraskan tiga kali doa Salam Maria khusus bagi para korban bencana di NTT.

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga sendiri jatuh pada tanggal 15 Agustus 2026, namun perayaannya di tingkat paroki dilaksanakan pada hari Minggu, 16 Agustus 2026.

Perayaan Ekaristi yang berlangsung di Gereja Katolik Santo Yoseph Dobo, Keuskupan Amboina ini dipimpin oleh RD. Roland Ignatius Renwarin didampingi oleh RD. Simon P. Rahanmitu.

Korban gempa dirawat di tenda medis darurat di depan RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada 15 Agustus 2026, karena kekhawatiran gempa susulan. (Foto ; Istemewa)

Data terkini, 47 Orang Meninggal dunia

Gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/08) dilaporkan menyebabkan 47 orang tewas dan 5.000 lainnya mengungsi.

Berdasarkan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Minggu (16/08) pukul 00:00 WIB

Lokasi para korban yang tewas itu berada di:

  • Kabupaten Sikka: empat jiwa
  • Kabupaten Manggarai: 23 jiwa
  • Manggarai Timur: 17 jiwa
  • Ende: 1 jiwa
  • Manggarai Barat: 1 jiwa
  • Nagekeo: 1 jiwa

Jumlah korban tewas akibat gempa diprediksi akan terus bertambah. Apalagi, terdapat 341 kali gempa susulan terjadi dengan magnitudo 3,7 sampai 6,2 hingga Minggu (16/08) dini hari. (*)

Editor : Redaksi

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *