KEPULAUAN ARUKESEHATANMALUKU

Terpaksa Belah Hutan dan Sungai, Perjuangan Nakes di Aru Utara Timur Demi Air Bersih

×

Terpaksa Belah Hutan dan Sungai, Perjuangan Nakes di Aru Utara Timur Demi Air Bersih

Sebarkan artikel ini
Tenaga Kesehatan di Desa Kobamar, Kecamatan Aru Utara Timur Batuley, Kepulauan Aru, menyeberangi sungai dan membelah hutan menggunakan perahu demi mendapatkan air bersih. (Foto : Istimewa)

ARAFURAsiber.com, Dobo – Dampak kemarau panjang memaksa seluruh makhluk hidup berjuang ekstra untuk bertahan hidup. Krisis air bersih ini tidak hanya melanda Desa Kobamar di Kecamatan Aru Utara Timur Batuley, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat di Desa Benjuring dan Desa Dosinamalau, Kecamatan Aru Tengah Timur.

Di Desa Kobamar, kondisi ini terekam jelas dalam sebuah video singkat berdurasi sekitar satu menit yang diunggah di akun Facebook Om Mantri Kun. Video tersebut memperlihatkan bagaimana sulitnya para tenaga medis (nakes) setempat untuk mendapatkan air bersih.

“Kami harus menyeberangi sungai dan masuk ke dalam hutan untuk sampai ke sumber air,” ujar salah satu nakes dalam video tersebut.

Melalui video itu, mereka berharap pemerintah dapat melihat langsung kendala besar yang sedang dihadapi masyarakat dan pelayan kesehatan di pelosok.

“Pak Prabowo, tolong kami, air kami tidak ada. Kami nakes di pesisir dan pelosok tanah air ini membutuhkan air, bukan membutuhkan rumah sakit apung,” bunyi suara dalam video itu.

Sebenarnya, Desa Kobamar memiliki sumber air bersih yang berjarak sekitar tiga kilometer. Namun, sumber tersebut kini kering total akibat kemarau panjang. Kondisi ini memaksa para nakes menyeberangi sungai dan membelah hutan menggunakan perahu demi mendapatkan air bersih di area perkebunan warga, yang biasanya menjadi lokasi berburu babi hutan.

“Tidak ada pilihan lain, terpaksa kami harus datang mengambil air di sini,” pungkas seorang nakes.

Sementara itu, warga di Desa Benjuring dan Desa Dosinamalau kini juga terus berjuang menghadapi situasi serupa demi memenuhi kebutuhan air minum sehari-hari selama musim kering ini. (*)

 

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *