KEPULAUAN ARU

Soal Ikan Melek dan Sayur Jantung Pisang, Kepala Dapur MBG Durjela Minta Maaf

×

Soal Ikan Melek dan Sayur Jantung Pisang, Kepala Dapur MBG Durjela Minta Maaf

Sebarkan artikel ini
Foto : Gambar Ilustrasi MBG

ARAFURAsiber.com, DOBO – Kepala SPPG Durjela 02, Sontaria Balsala, mewakili seluruh karyawan dan pelayan di Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau SPPG 0092 Durjela, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Kepulauan Aru, Maluku, menyampaikan permohonan maaf. Permintaan maaf ini terkait adanya siswa yang mengalami gatal-gatal setelah menyantap menu MBG pada Jumat pekan lalu.

Hal tersebut disampaikan Balsala saat rapat tatap muka antara Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional Kepulauan Aru, perwakilan Dinas Pangan Kepulauan Aru, dan pihak Sekolah SD Negeri 6 Dobo di ruang kerja Kepsek, Yustus Sedubun.

“Kami menyampaikan permohonan maaf terkait adanya temuan tersebut dan berkomitmen ke depan untuk lebih berhati-hati dalam proses penyaluran makanan MBG,” ujarnya.

Balsala menambahkan, lewat peristiwa ini pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan keamanan pangan serta mencegah munculnya kembali keluhan serupa di kemudian hari.

Alur Pengelolaan Bahan Pangan

Pada kesempatan itu, ia memaparkan tahapan pengelolaan bahan makanan sebelum sampai ke tangan siswa. Bahan baku diterima di SPPG dalam rentang pukul 18.00 hingga 22.00 WIT, bergantung pada waktu kedatangan dari pemasok. Setelah diterima, bahan baku terlebih dahulu disortir, ditimbang, dan dikelompokkan berdasarkan jenisnya.

Bahan protein hewani seperti ikan dan ayam langsung ditempatkan di dalam freezer. Sementara itu, tahu, tempe, kacang-kacangan, sayuran, dan buah-buahan ditempatkan sesuai wadah penyimpanan masing-masing.

Proses persiapan dimulai sekitar pukul 22.00 WIT, meliputi pencairan bahan protein hewani, pemotongan, serta pencucian sayuran. Selanjutnya, proses produksi makanan dimulai sekitar pukul 01.00 hingga 02.00 WIT, sedangkan pemorsian dilakukan sekitar pukul 04.30 hingga 05.00 WIT.

Untuk distribusi ke SD Negeri 6 Dobo, SD Gwamar, dan SD Negeri 11 Dobo, makanan dikirim sekitar pukul 14.00 WIT. Hal ini dikarenakan ketiga sekolah tersebut melaksanakan proses pembelajaran pada siang hari, khususnya pada hari Jumat.

Kronologi Laporan Keluhan

Balsala mengungkapkan, dirinya menerima telepon dari penanggung jawab SD Negeri 6 Dobo mengenai laporan orang tua siswa pada Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 16.30 WIT. Orang tua tersebut melaporkan anaknya mengalami rasa gatal pada bagian mulut dan bibir setelah mengonsumsi menu ikan dan sayur.

Terkait sorotan terhadap menu sayuran berupa jantung pisang, Sontaria menjelaskan bahwa penggunaan bahan pangan lokal merupakan bagian dari variasi menu MBG. Ia menyebut jantung pisang dan daun singkong termasuk bahan pangan lokal yang digunakan karena telah diperhitungkan kandungan gizinya oleh pengawas gizi SPPG.

“Setiap menu yang kami produksi di SPPG sudah ada nilai gizinya, dan nilai gizi itu juga tertera pada label,” jelasnya.

Ia menambahkan, menu yang diproduksi dilaporkan setiap hari kepada pihak terkait. Laporan tersebut mencakup proses persiapan, produksi, distribusi, hingga pencucian wadah makanan. Sebelum didistribusikan, setiap ompreng juga telah ditempeli label yang mencantumkan informasi nilai gizi, nama sekolah, dan batas waktu konsumsi.

Aturan Konsumsi di Sekolah

Sementara itu, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional Kepulauan Aru, Jordan Samloy, menegaskan bahwa sesuai standar operasional prosedur (SOP), menu makanan yang diterima siswa wajib dihabiskan di sekolah dan tidak boleh dibawa pulang ke rumah.

“Tujuannya adalah agar apabila ditemukan menu yang tidak sesuai, pihak SPPG atau penanggung jawab di sekolah bisa langsung melakukan langkah cepat. Misalnya ditarik dan digantikan dengan yang layak. Sementara kalau makanan yang dibawa pulang ke rumah, kita tidak tahu kualitasnya, tidak tahu kerusakannya yang bisa jadi dikhawatirkan menimbulkan keracunan bagi siswa yang mengonsumsi,” jelasnya.

Meski demikian, Samloy memastikan pihaknya akan melakukan evaluasi secara berkala. Pengawasan ketat akan difokuskan pada proses penerimaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, hingga distribusi makanan kepada siswa.

Diberitakan sebelumnya, laporan dugaan kualitas ikan dan sayur dalam menu MBG tersebut mencuat setelah dua siswa SD Negeri 6 Dobo dilaporkan mengalami gejala gatal-gatal usai mengonsumsi makanan pada Jumat lalu. (*)

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *