ARAFURAsiber.com, DOBO – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Aru, Aris Fristo Irianto Gainau, baru saja melakukan kunjungan kerja ke daerah pesisir dan pelosok pada Rabu (26/08). Bukan sekadar kunjungan biasa, agenda kali ini bertujuan untuk memonitor langsung kualitas pelayanan pendidikan di sana.
Menariknya, Kadis Aris tidak turun sendirian. Beliau memboyong rombongan pejabat dinas yang terbilang sangat lengkap. Mulai dari Kabid Kebudayaan Menas Kobrua, Kabid Pembinaan SMP Laban Kailey, Kasi PTK Pendidikan Dasar Bidang GTK Ruth Kwaitota, Analis Perencana Heronia K. Siarukin, hingga Bendahara, Leny Sinamur.
Karena wilayah yang dituju adalah beberapa desa di Kecamatan Aru Selatan, Camat Aru Selatan Jack Bohtmir juga terlihat ikut bergabung dalam rombongan.
“Kami mendatangi beberapa desa di sana untuk melihat dari dekat pelayanan pendidikan sekaligus memastikan keberadaan guru-guru di tempat tugas mereka,” ungkap Kadis Aris sebelum berangkat.
Kunjungan ini juga menjadi langkah nyata Aris Gainau dalam menjalankan tugas khusus dari Bupati Kepulauan Aru. Tugasnya jelas: memastikan penempatan kepala sekolah dan guru benar-benar sesuai regulasi dan kebutuhan riil di lapangan.
Bagi para guru yang punya rencana mutasi, ada kabar baik. Pengajuan pindah tugas, baik karena ingin pulang kampung, ikut suami/istri, maupun bagi guru PPPK, tetap akan dipertimbangkan. Syaratnya, kepindahan tersebut tidak mengganggu kebutuhan guru di sekolah asal dan datanya harus cocok dengan Dapodik.
Namun, di samping kemudahan itu, masalah kedisiplinan tetap jadi catatan yang dipantau ketat. Kadis Aris mengingatkan agar hak dan kewajiban para tenaga pendidik bisa berjalan seimbang.
“Guru memang punya hak, termasuk menerima tunjangan sertifikasi. Tapi, kewajiban juga harus dijalankan dengan baik. Kehadiran mereka di tempat tugas akan terus kami awasi secara ketat,” tegas Aris yang belum lama ini dilantik sebagai Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Aru. (*)
Editor: Redaksi









