ARAFURAsiber.com, HATUSUA — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) menggelar pelatihan penulisan literasi keagamaan inklusif bagi kaum muda di Jemaat GPM Hatusua. Kegiatan ini menyasar kader Angkatan Muda GPM (AMGPM) Ranting I dan Ranting II Diaken sebagai upaya nyata merawat perdamaian dan toleransi sejak dini.
Ketua Tim PKM UKIM, Dr. Rouli Retta Trifena Sinaga, M.Si., menjelaskan bahwa literasi keagamaan inklusif berbasis perspektif pastoralia transformatif sangat penting untuk mendorong umat beragama hidup kritis dan konstruktif. Langkah proaktif ini dinilai ampuh dalam menanggulangi potensi konflik antarumat beragama di tengah masyarakat plural.
“Penulisan literasi seperti ini masih langka di kalangan warga gereja, khususnya kaum muda. Melalui pelatihan ini, kita ingin meningkatkan kecerdasan literasi mereka agar mampu berkontribusi bagi pengembangan pelayanan jemaat,” ujar Dr. Rouli Retta Trifena Sinaga, M.Si. dalam keterangannya.
Pelatihan yang dihadiri oleh puluhan pemuda potensial ini berjalan interaktif. Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga langsung mempraktikkan keterampilan menulis. Mereka bahkan berkomitmen untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyebarluaskan pesan damai dan mempererat kerja sama dengan masyarakat Muslim di wilayah sekitar.
Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Majelis Jemaat GPM Hatusua, Pdt. E. Septory, S.Si., yang ikut mendampingi jalannya acara dari awal hingga akhir. Materi pelatihan dibawakan langsung oleh Dr. Rouli Retta Trifena Sinaga, M.Si. dan Dr. Henky H. Hetharia, M.Th., dibantu dua mahasiswa UKIM, Titria A. Metiary dan Maherainny Telussa.
Di akhir acara, Tim PKM menyerahkan 20 eksemplar modul pelatihan secara simbolis kepada pengurus jemaat dan mitra terkait. Selain dokumentasi foto bersama, luaran dari kegiatan ini juga akan dipublikasikan dalam bentuk video di YouTube serta artikel ilmiah di jurnal nasional. (*)
Oleh : Dedy Weusa
Editor : Redaksi









