ARAFURAsiber.com, DOBO – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukan hambatan untuk berinovasi. Kabupaten di beranda terdepan Indonesia ini resmi memimpin digitalisasi keuangan daerah di Provinsi Maluku lewat peluncuran SP2D Online yang terintegrasi dengan SIPD RI pada Kamis (17/09). Langkah ini mempercepat tata kelola keuangan yang transparan, efektif, dan akuntabel di Bumi Jargaria.
Sinergi dan Prestasi Daerah
- Penandatanganan Kerja Sama: Direktur Utama PT Bank Maluku Malut Syahrisal Imbar dan Bupati Kepulauan Aru Timotius Kaidel menandatangani komitmen bersama untuk meresmikan sistem baru ini.
- Ungguli Provinsi: Syahrisal Imbar mengapresiasi Pemkab Aru karena melangkah lebih cepat daripada daerah lain. Bahkan, Pemerintah Provinsi Maluku baru akan meluncurkan sistem serupa bulan depan. Bank Maluku berkomitmen penuh mendukung pendanaan dan pengawalan transformasi digital ini.
Solusi Birokrasi & Administrasi
- Pangkas Waktu: Bupati Timotius Kaidel menegaskan sistem online ini memotong birokrasi pencairan anggaran dari yang semula 5–10 hari menjadi hanya 5 menit. Perwakilan OPD kini cukup mengajukan berkas secara daring tanpa perlu mengantre di kantor BPKAD.
- Antisipasi Kendala: Bupati memerintahkan Sekda menerbitkan surat edaran yang mewajibkan bendahara dan operator hadir saat pengajuan berkas. Aturan ini bertujuan agar mereka bisa langsung memperbaiki kekeliruan administrasi di tempat.
Pemkab Kepulauan Aru mengapresiasi jajaran Bank Maluku Malut yang bergerak cepat merealisasikan program digitalisasi keuangan ini. (*)
Oleh : Santo Rumyaan
Editor : Redaksi









