ARAFURAsiber.com, DOBO – Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, mengingatkan bahwa tantangan pengasuhan anak saat ini semakin kompleks seiring dengan perubahan sosial dan pesatnya perkembangan teknologi digital. Hal tersebut disampaikan Bupati dalam acara Temu Raya Pengasuh Sekolah Minggu Tunas Pekabaran Injil (SMTPI) Klasis Gereja Protestan Maluku (GPM) Pulau-Pulau Aru, di Dobo, Minggu (23/8).
“Para pengasuh kini dihadapkan pada generasi anak-anak yang memiliki karakter, pola komunikasi, minat, dan cara belajar yang jauh berbeda dengan generasi sebelumnya. Generasi Z dan Alpha saat ini menjadi bagian dari anak-anak yang dilayani, bahkan generasi Beta pun sudah mulai lahir sejak tahun 2025,” ujar Bupati.
Perubahan tersebut, menurut Kaidel, menuntut para pengasuh untuk memiliki kepekaan tinggi dalam memahami realitas kehidupan anak. “Selain kapasitas dan kapabilitas, dibutuhkan kepekaan untuk memahami realitas diri anak, terlebih di tengah gelombang digitalisasi dan perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI),” lanjutnya.
Ia menambahkan bahwa anak-anak masa kini berhadapan langsung dengan dinamika sosial dan moral yang berubah sangat cepat. Oleh karena itu, para pengasuh wajib memiliki kemampuan dalam menyusun serta menggunakan bahan ajar yang relevan dengan kebutuhan dan minat anak.
Gereja Harus Siapkan Generasi Emas
Bupati menegaskan bahwa Temu Raya Pengasuh ini menjadi momentum penting bagi gereja untuk mempersiapkan pendidikan, baik formal maupun nonformal. Tujuannya agar mampu memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan spiritualitas, kecerdasan etik, dan moral anak di era digital.
Ia juga meminta para pengasuh untuk terus membuka diri, meningkatkan kompetensi, dan tetap tangguh dalam menjalankan tugas pelayanan di SMTPI.
“Para pengasuh harus konsisten membentuk generasi emas gereja menuju satu abad GPM pada tahun 2035, sekaligus menjadi titian emas menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pimpinan Sinode GPM, Klasis, dan Jemaat atas kemitraan erat yang telah terbangun bersama pemerintah daerah. Sinergi ini dinilai berdampak positif terhadap pelaksanaan tugas pemerintahan, pembangunan, serta pelayanan publik di Kabupaten Kepulauan Aru.
Ia berharap hubungan kerja sama antara pemerintah dan gereja terus diperkuat demi menjawab berbagai tantangan pembangunan sumber daya manusia di Bumi Jargaria.
Menutup sambutannya, Bupati berharap para pengasuh SMTPI senantiasa menjadi teladan dan membawa dampak positif bagi pembentukan karakter iman, spiritual, moral, sosial, hingga kepedulian ekologis anak-anak.
“Kiranya Tuhan menolong kita mewujudkan tugas mulia ini,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kepulauan Aru Adolof Pokar, Ketua DPRD Kepulauan Aru Feny Loy, dan Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM yang diwakili Kepala Biro Anak, Remaja, dan Keluarga (ARK) Sinode GPM Ibu Fifi Tumalang. Hadir pula Ketua Majelis Pekerja Klasis Pulau-Pulau Aru bersama anggota MPK, para pendeta se-Klasis GPM Pulau-Pulau Aru, para narasumber, Ketua Majelis Jemaat GPM Karseka beserta perangkatnya, Tim ARK dan PFG Klasis, serta para tokoh agama, adat, dan masyarakat setempat. (*)
Editor : Redaksi









