ARAFURAsiber.com, DOBO – Ketua Umum Persekutuan Aru Tengah (PAT), Hesron Mangar, bersama pengurus dan perwakilan Pemuda Siya menemui Bupati Kepulauan Aru. Mereka menyampaikan aspirasi dan keprihatinan mendalam terkait aktivitas belajar mengajar di SD Kristen Siya yang telah mandek selama kurang lebih 3 tahun.
Mereka menyampaikan aspirasi tersebut secara langsung guna menyelamatkan masa depan anak-anak di Desa Siya, Kecamatan Aru Selatan Timur.
“Terima kasih karena Bapak Bupati telah bersedia menerima kehadiran kami di kediamannya. Dalam pertemuan itu, kami menyampaikan keprihatinan masyarakat mengenai kondisi pendidikan di Desa Siya, khususnya SD Kristen Siya yang proses belajar mengajarnya sudah mandek selama tiga tahun terakhir,” ujar Mangar saat menghubungi media ini, Jumat (11/09).

Menurut Mangar, Bupati Kepulauan Aru menyambut baik kedatangan mereka dan berkomitmen untuk segera menindaklanjuti persoalan tersebut.
“Bapak Bupati berharap agar proses belajar mengajar dapat segera kembali normal demi masa depan anak-anak,” tambahnya.
Langkah Penyelamatan oleh Pendeta
Krisis pendidikan di desa tersebut sempat memicu aksi darurat pada bulan Juni lalu. Karena para guru absen selama bertahun-tahun, Pendeta setempat berinisiatif mengambil langkah penyelamatan khusus agar para siswa kelas 6 tetap dapat mengikuti ujian kelulusan.
Komunitas PAT awalnya mengungkap kondisi memprihatinkan ini saat menggelar kegiatan pembinaan, pelatihan, dan pembekalan di Wilayah Aru Selatan Timur. Saat berada di Desa Siya, tim PAT mendapati para siswa telantar dan tidak bisa bersekolah karena para guru meninggalkan tempat tugas mereka.
Hingga media ini mempublikasikan berita, Pihak Yayasan dan para guru di SD Kristen Siya tersebut belum memberikan konfirmasi terkait alasan ketidakhadiran guru di tempat tugas. (*)
Editor: Redaksi









