KEPULAUAN ARUMALUKU

Siswa SDN 6 Dobo Gatal-Gatal Usai Makan Ikan, Badan Gizi Nasional Turun Tangan

×

Siswa SDN 6 Dobo Gatal-Gatal Usai Makan Ikan, Badan Gizi Nasional Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
Kordinator Wilayah Badan Gizi Nasional, Jordan Samloy bersama tim foro bersama pihak SD Negeri 6 Dobo, Senin (24/08). Foto : Istimewa

ARAFURAsiber.com, DOBO – Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kepulauan Aru, didampingi Satgas Percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Durjela, turun ke lapangan untuk menggelar pertemuan dengan pihak SD Negeri 6 Dobo pada Senin (24/08/2026). Langkah ini diambil pasca-adanya sorotan mengenai siswa yang mengeluh gatal-gatal setelah mengonsumsi menu ikan pada Jumat pekan lalu.

Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kepala Sekolah SD Negeri 6 Dobo tersebut dihadiri oleh Koordinator Wilayah BGN Jordan Samloy, perwakilan Satgas dari Dinas Ketahanan Pangan, pihak SPPG Durjela, serta Kepala SD Negeri 6 Dobo Yustus Sedubun.

Koordinator Wilayah BGN Kepulauan Aru, Jordan Samloy, mengakui bahwa pihaknya menerima laporan kejadian tersebut pada Jumat malam sekitar pukul 19.00 WIT. Menurutnya, verifikasi langsung di lapangan sangat penting untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.

“Hari ini saya bersama tim turun ke lapangan dan bertemu dengan pihak sekolah untuk mengecek kebenaran informasi tersebut agar ke depan tidak terulang lagi. Kami ingin menu yang disajikan benar-benar sehat dan bersih. Keamanan pangan adalah hal yang paling utama,” ujar Jordan.

Ia menegaskan bahwa BGN dan jajarannya sangat terbuka menerima saran, masukan, maupun kritik dari semua pihak, termasuk orang tua murid dan pihak sekolah, demi perbaikan program MBG ke depan. Semua masukan tersebut akan dijadikan bahan evaluasi berkala.

Jordan juga mengajak pihak sekolah, guru, orang tua, dan pengelola SPPG untuk terus memperkuat koordinasi dan komunikasi. Hal ini bertujuan agar program MBG dapat berjalan dengan baik, lancar, dan aman bagi seluruh siswa sebagai penerima manfaat.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 6 Dobo, Yustus Sedubun, menjelaskan bahwa pihak sekolah telah mendata siswa yang memiliki riwayat alergi maupun yang tidak. Data ini nantinya menjadi rujukan sebelum makanan dibagikan.

“Kami telah mendata para siswa dan mengonfirmasinya dengan orang tua. Setelah itu, wadah makanan (ompreng) masing-masing siswa diberi label khusus. Kami juga selalu mengingatkan agar MBG dihabiskan di sekolah dan tidak dibawa pulang ke rumah,” kata Yustus.

Terkait insiden hari Jumat lalu, Yustus menjelaskan bahwa keluhan dari siswa baru muncul setelah mereka berada di luar lingkungan sekolah.

“Jika terjadi sesuatu setelah makanan dibawa pulang, hal itu sudah di luar jam sekolah. Karena itu, kami terus mengimbau siswa agar menghabiskan makanan mereka saat masih berada di area sekolah,” pungkasnya. (*)

 

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *